Thursday, May 03, 2007

Teman Lama, Minat Sama

Kemarin saya pergi sendirian ke acara seminar Brad Sugars. Di perjalanan saya sedang memikirkan kira2 yang hadir berapa banyak orang ya, siapa saja yang hadir di acara itu ya, dll.

Begitu sampai di JCC, setelah keluar mobil dan menuju pintu masuk, kerumunan orang telah menunggu, padahal belum pk18.00.
Persis di depan pintu masuk, saya bertemu dengan Pak Haryo - ketua harian AMA-DKI, seseorang yang saya kenal kalau tidak salah 2 tahun yang lalu. Beliau juga yang mengajarkan saya main Cashflow Games pertama kali. Rasanya jadi reunian nich. Pak Haryo selain sebagai seseorang profesional, beliau juga seorang entrepreneur, punya beberapa bisnis juga. Hebat, sudah sebegitu sibuk masih aktif mengurusi AMA-DKI.

Tak lama kemudian saya diajak Pak Haryo pergi makan, bersama dengan salah seorang bapak-bapak yang juga member AMA dan punya usaha yang gede juga. Penampilannya sih boleh low profile, tapi usahanya ternyata besar juga, bahkan di usianya yang sudah bapak2 itu, masih punya semangat memulai dan mencari usaha baru. Salut d buat beliau.

Di tengah jalan, ketemu dengan Ronny - owner dari komunitas TDA (tangan di atas) , ronny kenalan lama saya waktu kita sama2 belajar dari Anthonny Robbins dan Pak Tung Desem Waringin. Ronny juga OK, sukses menjalankan bisnis busana muslimnya via internet dan kini aktif di komunitas TDA yang punya member kurang lebih 1000 orang.

Terakhir pada saat acara saya tidak menyangka ketemu kenalan lama lagi, namanya JohnWei, ini juga teman yang sangat energik,smart,sukses tapi penampilannya juga low profile, beliau sekarang adalah Presiden Director Entrepreneur&Management Center (www.emc-enterprise.com).

Wah benar2 ga nyangka ketemu dengan kenalan2 lama ini, orang2 yang saya tahu dan kenal sebagai orang yang luarbiasa, orang yang punya komitmen dan ketekunan dalam mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka.

3 kenalan lama, dengan background yang berbeda, tetapi bisa berkumpul dalam satu event yang sama. Rupanya memang betul, walaupun mereka tidak saling kenal, tetapi dengan attitude yang sama, kita semua berkumpul dalam satu event yang sama.

Saya senang, rupanya saya tidak sendirian dalam perjalanan saya menuju sukses. Banyak teman di luar sana yang lebih suka menertawakan , sinis dan menjatuhkan kita pada saat kita hendak berjuang untuk sebuah kesuksesan. Tetapi dengan adanya mereka memberikan saya semangat baru.

Bagaimana dengan Anda? Dengan siapakah Anda bergaul?







Tuesday, May 01, 2007

3 Hal Yang Membuat Orang Mau Membeli Produk/Jasa Anda

Apakah saat ini Anda sedang menjalankan suatu usaha? Atau mungkin baru sedang ingin mencoba membuka usaha?
Pertanyaan yang sering tentunya adalah pertanyaan seputar bagaimana agar usaha kita bisa lancar, ramai dan menguntungkan ?

Nah tentunya ada cara agar usaha kita bisa jalan dan menghasilkan profit. Namun ada satu hal dasar yang harus kita ketahui mengenai apa yang membuat seseorang mau mengeluarkan uangnya untuk membeli produk/jasa dari kita.

Dari pengamatan dan pengalaman selama ini, ada 3 hal yang membuat orang mau mengeluarkan uangnya untuk membeli produk/jasa kita, tetapi kalau Anda tahu ada yang ke-4 boleh juga dibagikan disini :)

Ke-3 hal tsb yaitu :
1. Karena Butuh
Salah satu alasan orang membeli produk/jasa dari kita, karena memang dia butuh. Butuh apa? Ya bisa macam2, mungkin karena butuh makan, butuh minum, butuh pakaian, butuh transportasi, butuh penerangan, butuh sembuh, butuh segar, dan butuh2 lainnya.
Kalau sudah butuh, ya mau tidak mau, dia harus beli produk/jasa tsb.

Termasuk juga, butuh duit. Maksudnya? Ya kalau anda memiliki produk atau jasa yang dia perlukan juga untuk usahanya, misalnya ada punya sparepart yang dia butuh, atau Anda punya produk yang dia perlukan, atau juga Anda punya informasi atau pengetahuan yang dia butuhkan, tentunya dia akan mengeluarkan uangnya untuk membeli produk/jasa Anda.

2. Karena Kepengen
Nah kalo yang ini juga tentunya juga pasti Anda tahu juga. Alasan lain orang mau mengeluarkan uangnya untuk membeli barang/jasa dari kita, ya karena dia kepengen.

Kepengen apa? Macam2 juga, pengen gaya, pengen ngetop, pengen dilihat, pengen diomongin, pengen hiburan, pengen santai, pengen dihargai, dsbnya.
Bahkan gara2 "rasa kepengen" ini, orang bisa mengeluarkan uangnya diluar batas rasional. Sekalipun produk/jasa tsb tidak dibutuhkan, tapi kalau dasarnya uda kepengen, ya dibeli aja.

3. Karena Anda
Yang ke-3, yang sering kali orang tidak sadar, yaitu bahwa orang membeli produk/jasa dari Anda semata2 karena Anda.
Bisa jadi orang tsb tidak butuh dan juga tidak kepengen produk/jasa yang Anda jual/tawarkan, tetapi karena Anda, dia mau mengeluarkan uangnya dan membeli dari Anda.

Saya rasa, hal yang ke-3 ini sangatlah amat penting apalagi kalau usaha Anda melibatkan interaksi antara Anda dengan customer.
Banyak orang mau membeli dari kita, karena kita , dan bukan karena produk/jasanya, apalagi pada saat ini persaingan begitu ketat dan begitu banyak orang lain yang menjual produk/jasa yang sama dengan kita.

Mereka membeli dari kita, karena mereka percaya pada kita, atau karena mereka simpati pada kita, atau karena penampilan Anda, karena tutur kata Anda, karena kesabaran Anda, karena pelayanan Anda, pokoknya karena Anda.

Tapi bisa juga mereka membeli, karena mereka benci pada Anda, haha.. karena mereka mau cepat2 berhenti berinteraksi dengan Anda, haha...mudah2an jangan gara2 yang ini ya.

Jadi kalau kita sudah tahu betapa pentingnya diri kita di mata calon customer kita, berarti kita juga harus bisa menjual diri kita, dengan meningkatkan kualitas diri kita.
Ga Nyangka Bakal Ikut Seminar Brad Sugars !

Beberapa waktu yg lalu, ga nyangka dapat kiriman email, isinya tiket gratis ikut seminar Brad Sugars di JHCC Jakarta, wow, asik betul !

Brad bakal ngadain "Billionaire in Training 2007 World Seminar Tour", and kalau dilihat dari skedul tournya, Brad bakal cuman 1x aja hadir di Indonesia, sisanya di US, UK, Aussie,dll.

Masih ga nyangka kalau selama ini cuman tahu Brad dari buku2nya, e ternyata besok bakalan ngeliat langsung ama beliau, sekalian dapat tumpahan ilmunya, hehe...

Mungkin buat sebagian besar orang di Indo, nama Brad masih awam, tapi dia adalah salah satu entrepreneur yang sukses, companynya Action Int'l menjadi salah satu fastest growing franchise di dunia.
Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di www.bradsugars.com

Yang pasti buat saya, besok bakal jadi salah satu moment yang penting dalam kehidupan bisnis saya. Ditunggu ya, laporan dan ilmu yang bakal saya dapat besok, saya bakal beberkan disini buat rekan2 semua.

Dagg...

Monday, April 30, 2007

Uang ada dimana-mana, apakah Anda melihatnya ?

Seringkali saya bertemu dengan orang atau teman yang kebingungan. Mereka bingung harus usaha apa, saking bingungnya kadang mereka terlihat stress, seakan2 tidak menemukan solusi.
Di lain sisi, tanpa bermaksud untuk sombong, saya mudah dan seringkali melihat suatu peluang yang dapat menghasilkan uang.

Sampai sekarang pun disaat persaingan usaha makin ketat, saya masih sering melihat dan menemukan peluang usaha yang potensial.
Kalau sudah ngobrol dan berdiskusi pasti lusinan ide bisnis bisa muncul, bukan karena saya hebat, tetapi saya sering melihat adanya kebutuhan atau keinginan orang banyak yang bisa kita penuhi dan sebagai balasannya kita terima uang.

Sesungguhnya peluang amatlah banyak, makanya saya tulis untuk memotivasi Anda bahwa uang memang ada dimana-mana. Kadang2 mungkin karena keinginan kita atau karena standard kita sendiri yang kemudian menghalangi peluang itu terlihat.
Misal karena lulusan S1,S2 atau S3 , maka peluang-peluang yang keliatannya agak sederhana atau bisa bikin tangan sedikit kotor tidak mau dilihat. Mungkin gengsi. Atau terlalu ideal untuk mempraktekan ilmu yang didapat. Entahlah...

Khususnya buat kita yang tinggal di kota besar, jutaan orang lalu lalang di hadapan kita, masakan tidak ada sedikitpun peluang yang bisa kita kerjakan dan menghasilkan uang.

Orang butuh kerja, butuh juga santai, butuh hiburan, butuh makan, minum, menikah, melahirkan, juga pasti meninggal, butuh sekolah, butuh informasi, dan butuh lain2nya.
Kalau yang dibutuhkan itu sudah tersedia, tetap saja orang butuh yang lebih bagus, lebih cepat, lebih kecil, lebih besar, lebih murah, lebih terjangkau, lebih instan, dan lebih2 lainya.

So kebutuhan dan keinginan orang2 itu semua sebenarnya sudah tersedia di depan mata. Tinggal bagaimana kita wujudkan menjadi suatu usaha yang bisa mendatangkan profit.

Tetapi jangan lupa, Anda butuh ketekunan, fokus dan komitmen, sebab sesungguhnya tidak ada sukses yang instan, walaupun memang bisa dipercepat.

Sunday, April 29, 2007

Tips Sederhana Untuk Meningkatkan Profit, Garansi 100% !

Wow, baca judulnya pede sekali ya, tapi saya sudah mempraktekan, dan hasilnya memang bikin senyum makin lebar :)
Banyak orang yang membuka usaha tetapi mereka tidak tahu bagaimana caranya meningkatkan profit mereka.

Rupanya tidaklah terlalu sulit untuk meningkatkan profit, asal tahu caranya.
Nah ini adalah tips yang sederhana dan dijamin berhasil, bukan dari saya, tetapi saya mendapatkannya dari membaca buku.

Untuk bisa meningkatkan penjualan, tentu Anda harus tahu apa saja komponen yang menghasilkan profit bagi Anda :

Jml Customer x Rp Transaksi Rata2 x Frekuensi Belanja Rata2 x Margin Laba = PROFIT

Misalnya kondisi saat ini dengan contoh yang sederhana :
Jumlah Customer = 100 org
Jumlah Rp Transaksi Rata2 = Rp 1juta
Jumlah Frekuensi Belanja Rata2 = misal 4 kali dalam setahun
Margin Keuntungan = 30%

Maka :
Profit = 100org x Rp 1juta x 4 x 30% = Rp 120 juta/th

Nah untuk meningkatkan profit, Anda harus fokus kepada ke-4 komponen ini.
Katakanlah Anda bisa meningkatkan masing2 komponen 10% saja, maka

110 org x Rp 1,1 juta x 4.4 x 33% = Rp 175,692,000

Wow ada peningkatan profit sebesar =Rp 55,692,000 atau 46,41% !

Sebagian besar orang tidak tahu bagaimana meningkatkan profit mereka, sebagian hanya fokus kepada mencari customer baru , tetapi mereka tidak berupaya agar customer tersebut membeli lebih banyak atau lebih sering.

Untuk meningkatkan jumlah pembelian, bisa dengan menjual paket, pake voucher, diskon, dll.
Untuk meningkatkan frekuensi pembelian, bisa dengan membership, referral, bonus, dll.

Sedangkan meningkatkan margin keuntungan memang harus hati2, apalagi bila harus dengan meningkatkan harga, kalau produknya price sensitif, bisa-bisa customer malah lari. Lebih baik dengan melakukan penghematan atau menekan harga supply/bahan baku untuk meningkatkan margin.

Ya semuanya kembali kepada Anda, apa usaha Anda, bagaimana market Anda, dsb.

Harapan saya, mudah2an artikel ini bisa membuka mata Anda, sama seperti saya dulu waktu pertama kali tahu tentang hal ini.
Lucunya , ternyata tipsnya sederhana bukan ? :)
AGNES MONICA !

Malam ini baru saja pulang dari acara HUT Extravaganza yang ke-3. Banyak sekali hal baru yang saya dapat dari pengalaman ini.
Tanpa terasa sudah 3 tahun acara ini ada, dan hingga saat ini sepertinya secara konsisten terus menjadi salah satu acara favorit yang disukai siapapun.
Jempol buat konsep, dan para pemainnya yang luar biasa dan terus kompak hingga hari ini.

Tapi saya bukan hendak membahas Extravaganza, saya malah mau membahas salah satu tamu pada acara tersebut, yaitu Agnes Monica.

Agnes merupakan salah satu bukti nyata seorang yang sukses di usia muda. Seorang miliuner muda dari Indonesia yang patut dibanggakan.Tentunya kesuksesan yang ia raih tidak mudah, butuh perjuangan, keseriusan, konsisten, dan tentunya passion/hasrat pada bidang yang ia geluti itu.

Bayangkan bila ternyata seorang Agnes tidak menyukai apa yang ia kerjakan dan dia bekerja semata2 hanya untuk mencari uang, pastilah performa dan prestasinya tidak akan sebaik hari ini.

Segudang prestasi telah ia raih, bahkan dreamnya untuk menembus pasar luar dan global juga terus ia jajaki, bukan tidak mungkin kalau Agnes suatu hari pun menjadi artis internasional yang berhasil.

Yang menarik dan bisa dipelajari dari Agnes, adalah bahwa dia bekerja dengan sangat profesional, serius, energik dan inovatif. Agnes sadar bahwa dirinya adalah seorang STAR. Bisa dilihat dengan jelas bagaimana saat dia mentas, semangatnya yang energik, tari2annya yang keren, kostumnya yang menarik, dan juga tidak lupa lirik dan jenis lagunya yang khas, plus penari latarnya yang kompak semakin menambah nilai lebih performa Agnes Monica di pentas.

Tidak ketinggalan pula anggota fans club Agnes yang ikut hadir meramaikan acara tadi pada saat Agnes tampil.

So apakah kita harus seperti Agnes?
Attitudenya tentu harus kita tiru, tetapi jalurnya mungkin berbeda.
Namun satu hal yang pasti, Agnes mengikuti Passionnya dan akhirnya dapat merubahnya menjadi uang.

So apa yang menjadi passion Anda? Atau apakah hingga hari ini Anda masih tidak tahu apa yang menjadi passion Anda?
Bila belum, cobalah mengambil waktu untuk merenungkan hal ini, karena hal ini sangat penting.

Sejarah memberi bukti bahwa banyak orang2 yang berhasil karena mereka mengikuti apa yang menjadi passion/hasratnya. Mereka mengerjakan dan menikmati apa yang mereka kerjakan, bahkan walaupun ketika usaha mereka masih belum membuahkan hasil, mereka tidak mengeluh karena mereka menikmatinya dan secara konsisten terus mengerjakannya, hingga suatu hari kemudian menjadi berhasil.

If you've lost the passion, you've lost the game. You've got to take steps to keep your passion alive - by making sure you love what you do. (from the book "What Rich People Know & Desperately Want to Keep Secret" - Brian Sher)
Thanx to the Mentors !

Banyak sekali buku2 yang beredar dan mengulas seputar bisnis. Mulai dari topik tentang memulai usaha, mengembangkan usaha, marketing, membuat sistem, sampai buku2 yang sifatnya berhubungan dengan pribadi, misalnya mengenai psikologi, attitude, self help, mindset, dsb.

Buat saya pribadi, para penulis maupun para praktisi bisnis itu telah menjadi mentor bagi kehidupan bisnis saya, walaupun memang tidak semua yang mereka katakan/ajarkan itu benar dan harus diikuti 100%. Tetapi secara real apa yang mereka bagikan & ajarkan, telah banyak membantu saya dalam menjalankan usaha.

Beberapa diantara mereka :
Penulis/Pengajar
Mark Victor Hansen
Brad Sugars
Michael Gerber
Robert T Kiyosaki
Roger Hamilton
Brian Sher
Jay Abraham
Jim Rohn
Brian Tracy
Robert Allen
John Maxwel
Billy Lim
Onggy Hianata

Gunawan Winata
Hermawan Kertajaya
Tung Desem Waringin
James Gwee
Anthony Robbins
Faith Popcorn
Dolf De Roos
Zig Ziglar

Praktisi&Succes Story
Bill Gates - Microsoft
Warren Buffet
Oprah
Donald Trump
Richard Branson -Virgin
Mochtar Riady - Lippo
Om William - Astra
Bob Sadino - KemChicks
Ray Kroc - Mc Donald
Howard Schultz - Starbucks
Michael Dell - Dell Computer
Fred De Luca - Subway
Amazon , WalMart, Yahoo, YouTube,...dan masih-masih banyak lagi...

Semua itulah yang hingga hari ini terus memberikan saya inspirasi , jalan keluar dan semangat dalam mengembangkan usaha.
Bagaimana dengan Anda?
Apakah selama ini Anda merasa hanya sendirian dalam menjalankan usaha/bisnis Anda?
Mentor ada dimana-mana, yang perlu Anda lakukan adalah jeli membuka mata Anda.

MAU SUKSES? YA MESTI BELAJAR TENTANG SUKSES

Beberapa tahun terakhir ini merupakan tahun yang sangat berarti bagi saya. Sejak lulus kuliah tahun 2000, justru dalam 5 tahun belakangan inilah yang saya rasakan mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang sesungguhnya dan yang sangat saya perlukan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.

5 tahun ini saya menghabiskan banyak uang untuk belajar, sebagian dengan mengikuti berbagai seminar dan pelatihan, sebagian lagi untuk membeli buku2. Buku2 yang dibeli sebagian besar adalah buku2 import, maklumlah bukan karena saya sok baca buku luar, tetapi kadang2 malas membaca buku2 yang diterjemahkan dengan salah atau artinya susah dimengerti. Daripada sudah dibeli tidak dibaca, lebih baik beli mahal sedikit, tapi bermanfaat.

Tapi saya sangat merasakan manfaat dari buku2 dan pelatihan/seminar yang saya ikuti. Setiap kali saya membaca buku atau ikut seminar, setiap kali pula saya mendapatkan manfaat yang luar biasa, baik dalam hal peningkatan kualitas dalam berusaha, tetapi juga mendapatkan keuntungan yang real alias profit.

Kurang lebih 2 tahun yang lalu saya berminat untuk mempelajari lebih dalam mengenai investasi di bidang property, saya membeli 2 buku sekaligus di Kinokuniya Plz Senayan "Real Estate Riches" oleh Dolf de Roos dan "Ultimate Riches" Robert Shemin. Bermodal pengertian dan pengetahuan yang saya dapat dari buku tsb, tak lama kemudian saya beranikan diri mencoba memulai investasi properti pertama saya dengan membeli sebuah rumah baru dengan harga di bawah pasaran dan dalam waktu kurang dari 1 tahun nilainya naik lebih dari 30%.

Contoh lainnya, setelah mempraktekan ilmu dari Brad Sugars lewat bukunya Instant System dan Instant Promotion, usaha saya mengalami peningkatan, tetapi sekaligus justru kerja saya semakin ringan.

Masih banyak lagi contoh2 lainnya yang saya alami sendiri. Tapi yang hendak saya bagikan adalah kalau mau sukses, ya harus belajar. Jangan pernah puas dengan pengertian dan kepintaran yang sudah dimiliki saat ini. Sebaliknya dengan terus membuka pikiran dan mau menerima masukan dari orang lain khususnya orang2 yang sudah berhasil, akan makin mempercepat kesuksesan kita.

Saya sering menemukan orang2 yang tidak mau keluar uang 50ribu untuk membeli sebuah buku yang bagus, ironisnya alasannya karena merasa kemahalan. Sedangkan 50 ribu itu rela ia habiskan untuk hal lain seperti nonton, makan, dll.

Kalau untuk beli buku yang 50ribu saja mikir, bagaimana bisa mau beli buku yang harganya ratusan ribu? Bagaimana mau keluarin uang jutaan untuk ikut seminar bagus?

Kalau sama diri sendiri saja terlalu hitung2an, ya jangan komplain deh kalau hidupnya gitu-gitu aja.

"If you want to success, study success!" Jim Rohn

Saturday, April 28, 2007

"SHARING IS HAVING MORE"

Dari dulu saya sudah punya keinginan yang besar untuk menulis, khususnya yang berhubungan dengan bisnis. Maklum sejak dulu minat saya yang paling utama memang bisnis.

Tapi ada pikiran yang sering mengganggu saya, memangnya saya siapa? Memangnya saya sudah punya bisnis yang sukses, yang hebat, yang besar? Lha orang lain saja yang sudah punya bisnis besar malah banyak yang diam-diam saja, low profile, tidak nulis ini itu, kok saya malah mau nulis soal bisnis seakan2 sudah sukses.

Ya begitulah, makanya minat saya itu terpaksa direm, tetapi seiring dengan waktu saya sadar bahwa saya 100% salah. Karena itu sekarang saya tidak mau menunda-nunda lagi, masa bodo orang mau bilang apa, lagipula sebenarnya saya percaya bahwa saya juga termasuk yang sudah sukses.

Thanx to my mentor Mr. Billi Lim yang telah merubah pandangan saya tentang apa itu Sukses.

Semoga tulisan2 di blog ini bisa bermanfaat bagi banyak orang.

"Success is a journey, not a destination."